Foil kemasan makanan biasanya terbuat dari paduan aluminium karena memiliki sifat pengawetan makanan yang sangat baik. Paduan aluminium yang paling banyak digunakan untuk foil kemasan makanan termasuk:
Paduan Aluminium 1100: Ini adalah aluminium murni komersial (99% aluminium) dengan ketahanan korosi yang sangat baik, konduktivitas termal dan listrik yang tinggi, dan kemampuan mesin yang baik. Biasanya digunakan untuk foil rumah tangga, kemasan, dan kontainer.
Paduan Aluminium 3003: Paduan ini mengandung sedikit mangan (tentang 1.2%), yang meningkatkan kekuatannya dibandingkan dengan 1100. Ia juga memiliki ketahanan korosi dan kemampuan mesin yang baik, sehingga cocok untuk aplikasi pengemasan.
Paduan Aluminium 8011: Paduan ini biasa digunakan untuk membuat aluminium foil. Ini mengandung zat besi dan silikon, yang memberikan kekuatan dan keuletan. Ini banyak digunakan dalam kemasan makanan dan farmasi karena sifat mampu bentuk dan penghalangnya yang baik.
Paduan Aluminium 8021: Dikenal dengan sifat deep drawing-nya yang luar biasa, sering digunakan dalam kemasan farmasi serta kemasan makanan yang perlu dibentuk menjadi bentuk yang kompleks.
Mengapa aluminium foil banyak digunakan sebagai bahan pengemas makanan?
Paduan aluminium menawarkan beberapa keunggulan untuk kemasan makanan, menjadikannya pilihan populer di industri:
1. Sifat penghalang: Aluminium foil secara efektif menghalangi kelembapan, lampu, oksigen, dan bakteri. Ini membantu menjaga kesegaran makanan dan memperpanjang umur simpannya.
2. Ringan: Aluminium adalah bahan ringan yang mengurangi berat keseluruhan paket dan mengurangi biaya pengiriman.
3. Daur ulang: Aluminium dapat didaur ulang tanpa batas waktu tanpa kehilangan sifat-sifatnya. Mendaur ulang aluminium menghemat energi dan sumber daya dibandingkan dengan memproduksi aluminium baru dari bahan mentah.
4. Konduktivitas termal: Aluminium memiliki konduktivitas termal yang tinggi, menjadikannya ideal untuk aplikasi yang membutuhkan perpindahan panas, seperti memanggang atau memasak.
5. Ketahanan korosi: Aluminium secara alami membentuk lapisan oksida pelindung yang mencegah korosi, memastikan bahwa paket tersebut mempertahankan integritasnya untuk waktu yang lama.
6. Keliatan: Aluminium sangat plastis dan dapat dengan mudah dibentuk menjadi lembaran tipis atau bentuk yang rumit, yang dapat digunakan dalam berbagai desain kemasan.
7. Tidak beracun: Aluminium tidak beracun dan aman jika bersentuhan langsung dengan makanan. Itu tidak memberikan rasa atau bau apa pun pada makanan.
8. Hemat biaya: Aluminium foil memiliki biaya produksi yang relatif rendah, menjadikannya pilihan ekonomis untuk kemasan makanan.
9. Kemampuan cetak: Aluminium foil dapat dengan mudah dicetak, memungkinkan Anda menambahkan branding, informasi produk dan desain dekoratif langsung ke kemasannya.
Komentar (1)
Salam dan kemudian
Bisakah Anda menjelaskan kepada kami aluminium foil terbaik yang cocok untuk pembuatan piring dan mengawetkan makanan... serta menghitung berat gulungan dan jumlahnya? Berapa produksi panci makanannya sesuai dengan spesifikasi dan pemulihan yang diakui secara internasional...