Aluminium digunakan dalam konstruksi kapal karena beberapa alasan:
- Ringan: Aluminium jauh lebih ringan dibandingkan baja, menjadikannya pilihan ideal untuk pembuatan kapal. Dengan menggunakan aluminium sebagai pengganti baja, berat keseluruhan kapal dapat dikurangi, menghasilkan peningkatan efisiensi bahan bakar dan kapasitas muatan yang lebih tinggi. Hal ini sangat penting untuk kapal seperti feri, kapal pesiar, dan kerajinan berkecepatan tinggi.
- Ketahanan Korosi: Aluminium mempunyai ketahanan korosi yang sangat baik, terutama di lingkungan laut dimana kapal terkena air asin. Berbeda dengan baja, yang dapat berkarat dan menimbulkan korosi, aluminium membentuk lapisan oksida pelindung pada permukaannya, memberikan ketahanan yang melekat terhadap korosi. Hal ini mengurangi kebutuhan perawatan dan meningkatkan umur panjang kapal.
- Rasio Kekuatan-terhadap-Berat Tinggi: Meski ringan, aluminium menawarkan kekuatan tinggi. Ia memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang menguntungkan, artinya memberikan integritas struktural yang baik sekaligus menjaga bobot kapal tetap rendah. Hal ini penting untuk menjaga integritas struktural dan stabilitas kapal, terutama di laut yang ganas.
- Kemudahan Fabrikasi: Aluminium adalah bahan yang sangat mudah ditempa dan mudah dikerjakan. Itu bisa dibentuk, lasan, dan bergabung menggunakan berbagai teknik, memungkinkan fleksibilitas dalam desain dan konstruksi kapal. Kemudahan fabrikasi ini menjadikan aluminium pilihan utama untuk membangun struktur dan komponen kapal yang kompleks.
- Daur ulang: Aluminium sangat mudah didaur ulang, dan proses daur ulang memerlukan energi yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan produksi aluminium primer. Hal ini sejalan dengan tujuan keberlanjutan dan pertimbangan lingkungan, menjadikan aluminium pilihan menarik bagi pembuat kapal yang mencari solusi ramah lingkungan.